Bedah sounds di lagu
Penulis Hidupku NDC Worship

Visualizing Data: A Deep Dive into AI

Di bagian intro Penulis Hidupku, ada beberapa sound yang menurut gue cukup menarik kalau dibedah. Yang paling kedengeran itu ada dua layer utama yang dipakai buat ngisi bagian awalnya. Dua-duanya sama-sama punya karakter yang cukup beda, tapi justru enak pas digabung.

Serum synth pluck yang digunakan pada intro Penulis Hidupku

The First Pluck

Yang pertama ada pluck dengan karakter yang cukup metallic dan tajam. Ini tipe synth yang mungkin kedengerannya simple, tapi justru gampang banget dikenalin karena attack-nya cukup jelas dan bright. Jadi pas masuk di intro, dia langsung kasih semacam karakter dan bikin bagian awal lagunya nggak terasa kosong.

Sound kayak gini sebenarnya cukup typical buat production sekarang. Nggak perlu terlalu complicated, yang penting tone-nya dapet dan penempatannya pas. Tinggal diatur sedikit dari sisi EQ, ambience, dan timing, udah bisa bikin pluck-nya duduk dengan enak di dalam track.

The Second One... Well, Sort Of A Pluck

Terus ada layer kedua yang sekilas mungkin kedengeran kayak pluck juga. Tapi kalau diperhatiin, sebenarnya ini lebih ke vocal chop yang dibentuk sampai punya karakter seperti pluck. Jadi bukan synth pluck biasa, tapi potongan vocal yang dimainkan dengan cara tertentu sampai feel-nya jadi lebih melodic dan rhythmic.

Layer Serum kedua pada bagian intro Penulis Hidupku

Menurut gue ini yang bikin intro-nya jadi lebih hidup. Karena satu sound punya karakter synth yang tajam, sementara satunya punya tekstur vocal yang lebih organic. Jadi walaupun keduanya main di area yang mirip, mereka nggak saling nutupin.

Now Let's Talk Percussion

Untuk percussion, beberapa sample yang dipakai juga sebenarnya cukup familiar kalau kalian sering main-main di dunia electronic music. Salah satunya bisa banget dicari dari Splice, terutama sound dari KSHMR Sounds. Banyak sample percussion di sana yang memang enak buat jadi starting point, tinggal dipilih mana yang paling cocok sama karakter lagunya.

Vocal chop sample dari Splice yang digunakan pada intro

Dan menurut gue, bagian ini justru nggak harus terlalu complicated. Percussion yang bagus bukan berarti harus banyak. Kadang cuma butuh beberapa hit yang tepat, sedikit variation, terus dikasih space supaya groove-nya bisa napas. Kalau semuanya dipukul terus, malah capek didengerin 😭

And the fun part is, you can get this preset for free πŸ‘€

Kalau disederhanakan, intro ini sebenarnya nggak bergantung sama satu sound yang super complicated. Justru kombinasi dari beberapa elemen sederhana yang punya karakter masing-masing. Metallic pluck buat ngasih attack, vocal chop buat kasih texture, lalu percussion buat mulai ngebangun groove.

Dan menurut gue itu salah satu hal yang seru dari production. Kadang sound yang kelihatannya biasa aja bisa jadi menarik kalau ditempatkan di konteks yang tepat. Jadi nggak selalu harus cari preset paling gila atau synth paling mahal. Sometimes it's really just about how you use it.

That's basically what's happening di intro Penulis Hidupku. Simple elements, tapi ketika semuanya ketemu di timing yang pas, suddenly it works. 🎧

Watch this video to unlock your File πŸ˜‰

Support us and the creators from watching this clip.
Back to top